Ingat iklan Axis di TV tentang Togar kecil yang ahli memasang antena TV? Ketika iklan itu mulai berjalan tidak ada sama sekali informasi/identitas tentang Axis. Yang ada hanya warna magenta tua dibubuhi warna emas yang melayang-layang bak pelangi. Kemudian di akhir sesi iklan, identitas Axis baru muncul. Tetapi saya sudah menduga kalau iklan tersebut tentang Axis. Warna “megenta”nya sudah bisa bercerita, Axis banget.
Hal yang sama juga terjadi ketika saya melihat beberapa lapisan warna “norak” hijau, kuning dan merah dengan garis-garis yang seperti gergaji. Saya langsung bisa menduga, ini tentang Telkom Flexi.
Dari kedua kasus di atas kita bisa menyimpulkan bahwa warna telah menjadi sesuatu yang penting dalam pembentukan brand. Al-Ries dan Laura Ries bahkan menjadikan warna sebagai bagian dari “The 22 Immutable Laws of Branding” mereka, tepatnya hukum yang ke-17. The Law of Color berbunyi, “A brand should use a color that is the opposite of its major competitor’s“.
Demikian sekelumit catatan tentang betapa warna penting bagi perusahaan yang ingin memiliki brand yang kuat.
Agus Suhartono


Untuk membangun sebuah Brand, yang perlu difahami pertama kali adalah pemahaman tentang apa itu Corporate Identity, Brand Identity dan Brand Image.
